Phnom Penh, 3 Maret 2026 — Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan penangkapan 24 warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi terbaru pemberantasan pusat penipuan daring (online scam) dan perjudian ilegal di Phnom Penh. Para tersangka ditangkap atas dugaan terlibat dalam sindikat romance scam, pig butchering scam, dan gambling online, dengan barang bukti berupa ponsel, komputer, dan peralatan komunikasi disita.
Menurut Khmer Times dan Cambodianess, operasi ini bagian dari kampanye nasional yang telah memaksa lebih dari 210 ribu warga negara asing (termasuk banyak WNI, Cina, dan Vietnam) meninggalkan Kamboja sejak Juni 2025. Pemerintah Kamboja terus menekan pusat-pusat scam di Sihanoukville, Poipet, dan Phnom Penh untuk membersihkan citra negara dari “scourge of scams and unregulated betting”.
Sementara itu, KBRI Phnom Penh melaporkan 590 WNI telah dipulangkan ke Indonesia pada periode 23 Februari–1 Maret 2026, naik signifikan dari bulan sebelumnya. Total WNI yang melapor ke KBRI sejak 16 Januari hingga 1 Maret mencapai 5.264 orang, dengan sebagian besar mengaku bekerja di sektor online scam secara “profesional” (bukan korban TPPO). Kemlu RI sedang melakukan asesmen terhadap ribuan kasus untuk membedakan korban dan pelaku kriminal.
Kasus Lain yang Hangat Hari Ini di Kamboja:
- Sengketa Perbatasan dengan Thailand: PBB mendesak kedua negara menyelesaikan isu perbatasan secara damai berdasarkan hukum internasional. Hun Manet menerima pesan dari Koordinator Residen PBB Vladanka Andreeva. Pengamat Kamboja khawatir proposal damai Thailand justru menekan Phnom Penh untuk mengakhiri konflik tanpa penyelesaian hakiki. Korban sipil terus bertambah di wilayah sengketa, dengan pengungsi di Siem Reap mendapat dukungan dari negara-negara Francophonie.
- Lonjakan Kebakaran: Hampir 90 kebakaran terjadi dalam kurang dari sebulan (1–22 Februari), menghancurkan rumah, gudang, dan lahan pertanian. Kementerian Dalam Negeri mengakui kekurangan peralatan pemadam dan kesiapan masyarakat akibat pertumbuhan kota cepat.
- Hari Kebudayaan Nasional ke-28: Dirayakan dengan tema “Pemuda untuk Kebudayaan Nasional”, termasuk pertunjukan tradisional dan upaya pelestarian warisan Khmer.
